Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan di bekali sebuah motivasi hidup sejak ia dilahirkan. sebelumkita berbicara panjang lebar tentang motivasi kiranya perlu kita serasikan dalam mengartikan "motivasi" itu?. kata motivasi diambil dari bahasa inggris "motivation" yang dalam bahasa indonesia lebih dekatnya dapat diartikan semangat atau dorongan untuk melakukan sesuatu. Mengutip perkataan Dr. Iskandar dalam karyanya "Nak ke Tak Nak" motivasi itu ibaratnya hanyalah sebiji menthol yang malap cahayanya. ibarat dalam sebuah ruanganang hanya ada sebuah lampu kecil tapi tak begitu terang cahayanya, mungkin mudah bagi kita berjalan dan berlari dalam ruangan tersebut dengan bantuan terang lampu itu. Tapi unyuk mencari jarum yang hilang atau jatuh tentu akan mustahil dan kesulitan. Dengan perlulah kita cahaya tambahan untuk menerangi ruangan tersebut. Ruangan itulah ibarat diri kita. Bisa saja kita merasa cukup dengan sebuah motivator (motivasi) untuk maju. Namun akan terasa berat ketika tidak ada hal lain yang membantunya ketika kita dihadapkan persoalan-persoalan yang sangat rumit. Apakah itu? ia adalah tekanan (pressure). Tekanan inilah yang akan memberikan dorongan danmembangkitkan motivasi kita ketika sedang lembik, memberikan dorongan untuk bergerak dan bertindak meniti masa depan, mengejar mimpi dan membina keyakinan. Untuk lebih jelasnya kita contohkan: ingat apa tujuan kita ke Mesir atau lebih khususnya ke Azhar? untuk belajar bukan?. Apa motivasi kita kesini? ingin pandai, dapat istri cantik dan kaya, masyarakat membutuhkan tokoh dari kaum agamawan atau karena di Azhar setiap mahasiswanya yang najah dijamin memeperoleh minhah?. terkadang motivasi semacam ini akan mengalami lembik ketika mengahadpi sebuah hal yang dirasa berat bagi kita. Maka dalam situasi seperti inlah kita perlukan sebuah tekanan (pressure). Mungkin ia berupa sebuah pengandainan" andai saya gagal maka saya tidak jadi pandai, ditolak pacar saya, masyarakat akan kecewa atau kita tidak jadi mendapat minhah. Untuk itu buatlah tekanan pada diri kita sebanyak-banyaknya karena semakin banyak akan semakin membuat kita lebih terdorong untuk bergerak (belajar).
Akan tetapi yang jadi persoalan adalah sering timbulnya rasa malas dalam diri kita, padahal malas tak lain hanyalah musuh utama yang akan menghancurkan setiap motivasi yang tertanam pada diri seseorang, sehingga sebesar apapun motivasi itu tak akan ada harganya ketika hanya rasa malaslah yang dipertahankan, sekuat apapun motivasi itu, ia akan runtuh pula oleh rasa serangan rasa malas tersebut. Semua dari kita tahu bahwa ketekunan, rajin dan giat dalam melakuka perihal apapun sangat diperlukan guna menciptakan hidup seseorang lebih gemilang dan cemerlang. Akan tetapi masalahnya adalah kebanyakan dari kita malah justru merasa payah untuk jadi orang yang tekun, rajin dan giat, kita hanya terbuai dalam mimpi-mimpi ( angan-angan) palsu yang tak akan terwujud sama sekali. Banyak dari kita bermimpi jadi jutawan tapi malas bekerja, banyak dari kita mimpi jadi cendekiawan tapi tak pernah belajar dan lain-lain.
Berikiut ini cara-cara untuk membangkitkan kembali performa motivasi kita yang telah ngklokro akibat dilanda kemalasan:
1. Berfikirlah bahwa dalm setiap usaha akan berhujung sebuah keberhasilan bukan kegagalan.
2. Tawwakal kepada Allah karena pada hakikatnya sebuah keberhasilan adalah anugerah atau nikmat-Nya
3. Berdo'a
4. Perlu adanya reaksi real (upaya-usaha nyata) dalam rangka mewujudkan setiap apa yang dicita-citakan.
wes nganthuk terusne sesuk ae....
Selasa, 16 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
(01).jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar