hemm........
hari ini memang sepertinya aqw menjadi asrul dalam film PPT.
bertahun-tahun aqw dalam mimpi yang belum terwujud sama sekali. hampir sepuluh tahun ku naksir cewek, sudah puluhab kali kuungkapkan cintaku kepadanya tapi hanya ada satu jawaban:"aqw belum bisa menerimamu", rasanya pedih... sedih, entah kenapa ini terjadi. Rizqi Allah pun rupanya hari ini juga belum berpihak kepadaku. dari pagi Q memburunya, puluhan kilometer Q berjalan untuk mendapatkanya, tapi tetep juga satu pister mesir pun belum kudapat...hari sudah gelap, aqw meneruskan perjalananku sambil pulang meuju rumah...hemmmm cwapek dech..
Ya Allah...Maha sempurna segala rencana-rencana-MU untukku..rencanakan yang terbaik untukku di hari esok dan seterusnya....
Sabtu, 27 September 2008
Selasa, 16 September 2008
kenapa
Tuhan...kenapa Engkau terus diam
Engkau biarkan manusia mengobrak-abrik kerajaan-Mu
Apakah Engkau takut kepada mereka...
Apakah di tangan-Mu tak ada lagi kekuatan...
Apakah prajurit-prajurit-Mu telah mati...
Apakah Engkau tak peduli pada kejayaan lagi...
Tuhan...kenapa...kenapa....kenapa...
Engkau biarkan manusia mengobrak-abrik kerajaan-Mu
Apakah Engkau takut kepada mereka...
Apakah di tangan-Mu tak ada lagi kekuatan...
Apakah prajurit-prajurit-Mu telah mati...
Apakah Engkau tak peduli pada kejayaan lagi...
Tuhan...kenapa...kenapa....kenapa...
dunia ini adalah
Dunia ini kejam tapi kenapa kalian terus bersaing untuk mencintainya, dunia ini adalah hina tapi kenapa kalian tak henti-hentinya mengagung-agungkanya, dunia ini tidaklah seprti yang kalian bayangkan, tidaklah scantik yang kalian dambakan.
amalan harian
Amalan harian
1. Bangun tidur
- Ambil segelas air putih dan diminum setelah dibacakan:
a. Ayat kursiy (1X)
b. Surat al Ikhlas (1X)
c. Surat al Falaq (1X)
d. Surat an Nas (1X)
2. Wudlu dan shalat shubuh.
3. Wiridan shalat seperti biasa lalu baca:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (54) ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (55) وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (56) )الأعراف:54-56) .3X
لاإله إلاالله وحده لاشريك له له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو على كل شيئ قدير هو الأول والأخر والظاهر والباطن وهو بكل شيئ وكيل (3X).
اللهم فرج هم المهمومين من المسلمين ونفس كرب المكروبين واقض الدين عن المدينين واشف مرضنا ومرض المسلمين اللهم البس عليه لباس الصحة والعافية .
4. Usahakan bisa melakukan shalat sunnat lainya seperti:
- Shalat Dhuha
- Shalat Rawatib
- Shalat hajat dan
- Shalat Tahajud
5. Usahakan baca ayat kursiy (minimal 3 kali) setelah baca wirid shalat
6.jangan sampai lupa baca istighfar (min.70 kali) perhari
7. Usahakan shalat Tahajud tiap malam dan setelah wirid (do’a) baca:
- Ayat Kursiy (40X)
- Surat al Fatihah (40X)
- istighfar (min.70X)
8. Baca Surat al Ikhlas (min.1X) ketika hendak keluar atau masuk rumah lebih-lebih kalau berangkat atau pulang dari bebergian ( spt. Kerja dll.)
9. Biasakan kalau malam jum’at memerbanyak istighfar dan baca:
- Surat Yasin
- Surat ad Dukhan
- Surat Sajdah , dan
- Surat al Mulk.
10.Usahakan bisa melakukan puasa sunnat khususnya senin& kamis dan puasa terang bulan (tgl 13,14,15- bulan hijriyyah)
11. Istiqomah dalam mengamalkan
1. Bangun tidur
- Ambil segelas air putih dan diminum setelah dibacakan:
a. Ayat kursiy (1X)
b. Surat al Ikhlas (1X)
c. Surat al Falaq (1X)
d. Surat an Nas (1X)
2. Wudlu dan shalat shubuh.
3. Wiridan shalat seperti biasa lalu baca:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (54) ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (55) وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (56) )الأعراف:54-56) .3X
لاإله إلاالله وحده لاشريك له له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو على كل شيئ قدير هو الأول والأخر والظاهر والباطن وهو بكل شيئ وكيل (3X).
اللهم فرج هم المهمومين من المسلمين ونفس كرب المكروبين واقض الدين عن المدينين واشف مرضنا ومرض المسلمين اللهم البس عليه لباس الصحة والعافية .
4. Usahakan bisa melakukan shalat sunnat lainya seperti:
- Shalat Dhuha
- Shalat Rawatib
- Shalat hajat dan
- Shalat Tahajud
5. Usahakan baca ayat kursiy (minimal 3 kali) setelah baca wirid shalat
6.jangan sampai lupa baca istighfar (min.70 kali) perhari
7. Usahakan shalat Tahajud tiap malam dan setelah wirid (do’a) baca:
- Ayat Kursiy (40X)
- Surat al Fatihah (40X)
- istighfar (min.70X)
8. Baca Surat al Ikhlas (min.1X) ketika hendak keluar atau masuk rumah lebih-lebih kalau berangkat atau pulang dari bebergian ( spt. Kerja dll.)
9. Biasakan kalau malam jum’at memerbanyak istighfar dan baca:
- Surat Yasin
- Surat ad Dukhan
- Surat Sajdah , dan
- Surat al Mulk.
10.Usahakan bisa melakukan puasa sunnat khususnya senin& kamis dan puasa terang bulan (tgl 13,14,15- bulan hijriyyah)
11. Istiqomah dalam mengamalkan
cermin
ketika kita bercermin atau berdiri di hadapan kaca apakah yang terlihat...?
wujud kita kan.tapi apakah tubuh bagian belakang kita juga terlihat didalam cermin itu. tidak bukan..?.dan seandanya cermin itu pecah apakah cermin itu menampakkan tubuh kita dengan sempurna dan yang sebenar-benarnya..? itulah cermin.
cermin adalah suatu benda yang selalu mengabarkan tentang jati diri kita. tapi sayang ia hanya menilai kita dari luar saja.apa yang ada dalm hati kita ia tak dapat mengetahuinya. bahkan kalau ia sudah pecah tak dapat berbicara tentang kita dengan sejujur-jujurnya.
tapi...teman itu lain wahai saudaraku. ia lebih baik daripada sekedar cermin itu. seorang teman akan menilai tentang baik dan buruk kita.
tapi sayang ...,teman jika telah menjadi penghianat. ia lebih besar kebohonganya daripada cermin yang pecah itu.
cermin yang pecah hanya tak bisa menunjukkan wujud kita, tapi seorang penghianat tak hentinya memperlihatkan tentang kita dengan kebohongan-kebohonganya. suatu yang baik dalam diri kita akan bisa menjadi buruk dan yang buruk pada diri kita akan menjadi sangat buruk.
jadi kesimpulanya carilah cermin sejati....ialah teman sejati. yang tidak hanya menjadi teman kala senang tapi juga kala duka.teman yang malu bicarakan keburukan kita sebelum ia berusaha untuk menutupi, memperbaiki dan menasihati kita.
wujud kita kan.tapi apakah tubuh bagian belakang kita juga terlihat didalam cermin itu. tidak bukan..?.dan seandanya cermin itu pecah apakah cermin itu menampakkan tubuh kita dengan sempurna dan yang sebenar-benarnya..? itulah cermin.
cermin adalah suatu benda yang selalu mengabarkan tentang jati diri kita. tapi sayang ia hanya menilai kita dari luar saja.apa yang ada dalm hati kita ia tak dapat mengetahuinya. bahkan kalau ia sudah pecah tak dapat berbicara tentang kita dengan sejujur-jujurnya.
tapi...teman itu lain wahai saudaraku. ia lebih baik daripada sekedar cermin itu. seorang teman akan menilai tentang baik dan buruk kita.
tapi sayang ...,teman jika telah menjadi penghianat. ia lebih besar kebohonganya daripada cermin yang pecah itu.
cermin yang pecah hanya tak bisa menunjukkan wujud kita, tapi seorang penghianat tak hentinya memperlihatkan tentang kita dengan kebohongan-kebohonganya. suatu yang baik dalam diri kita akan bisa menjadi buruk dan yang buruk pada diri kita akan menjadi sangat buruk.
jadi kesimpulanya carilah cermin sejati....ialah teman sejati. yang tidak hanya menjadi teman kala senang tapi juga kala duka.teman yang malu bicarakan keburukan kita sebelum ia berusaha untuk menutupi, memperbaiki dan menasihati kita.
si putih dan si hitam
Manusia hidup adalah untuk berperang untuk memihak salah satu diantara yang sang hitam dan si putih. Dan mereka yang ada di pihak abu-abulah yang akan selamanya menjadi korban. Sang hitam adalah simbul dari setiap kejahatan dan kejahilan, sedangkan si putih ialah lambang dari setiap kebenaran dan kebajikan. Mereka yang senantiasa berada dalam bingkai hitam akan selalu berkampanye menarik masa demi sebuah kemenangan. Mereka yang tak pernah keluar dari garis putih akan selalu bertahan dan melawan serta menghapus setiap torehan bintik hitam yang berusaha mengotorinya. Entah kenapa mereka insan-insan para pembawa panji-panji putih tak pernah berusaha melebarkan sayapnya seperti halnya sang hitam, hanya diam dan berbangga oleh kejayaan masa lalu meski saat ini bukan lagi kejayaan melainkan keterpurukan. Bukankah si putih pernah jaya dan harus berjaya seterusnya. Namun sayang nampaknya lebih banyak yang ingin dipihak abu-abu meski mereka sebenarnya adalah para korban peperangan ini. Abu-abu tak akan pernah diakui oleh sang hitam sebagai kelompoknya karena ada sedikit titik-titik putih disana. Tetapi juga si putih pun tak akan menerima menjadi anggotanya karena menyimpan noda-noda hitam pada dirinya. Sekali lagi abu-abu bukanlah sang hitam atau si putih.
Abu-abu inilah yang di katakan Tuhan dengan sebutan Munafik. Fenomena yang ada adalah selalu terjadinya peperangan antara pihak kafir/musyrikin dengan kaum muslimin. Dan kafirlah yang selalu menyerang terlebih dulu. Muslimin hanya bertahan dan tak pernah berani bergerak maju. Perperangan ini sangatlah kompleks baik di medan sains maupun teknologi. Muslimin selalu tertinggal karena memang tak pernah mau bergerak seperti mereka. disamping itu medan perang ini adalah akal sehingga Muslimin yang mandul akan hanya bisa diam dan diam tanpa gerak sedikitpun. Dan akibatnya banyak yang memilih jalur aman yaitu abu-abu. padahal abu-abu inilah sebenarnya korban dari peperangan ini. Kenapa....karena si putih meski kalah ia adalah syahid, sang hitam meski menang mereka adalah bathil, sedangkan abu-abu telah keluar dari garis putih meski bukan berarti ia adalah hitam.
Abu-abu inilah yang di katakan Tuhan dengan sebutan Munafik. Fenomena yang ada adalah selalu terjadinya peperangan antara pihak kafir/musyrikin dengan kaum muslimin. Dan kafirlah yang selalu menyerang terlebih dulu. Muslimin hanya bertahan dan tak pernah berani bergerak maju. Perperangan ini sangatlah kompleks baik di medan sains maupun teknologi. Muslimin selalu tertinggal karena memang tak pernah mau bergerak seperti mereka. disamping itu medan perang ini adalah akal sehingga Muslimin yang mandul akan hanya bisa diam dan diam tanpa gerak sedikitpun. Dan akibatnya banyak yang memilih jalur aman yaitu abu-abu. padahal abu-abu inilah sebenarnya korban dari peperangan ini. Kenapa....karena si putih meski kalah ia adalah syahid, sang hitam meski menang mereka adalah bathil, sedangkan abu-abu telah keluar dari garis putih meski bukan berarti ia adalah hitam.
sahabat
Kawan...andai persahabatan adalah ibarat cermin, janganlah engkau pecahkan cermin itu sehingga tak dapat lagi menunjukkan cantik atau buruknya kehidupan kita.
Kawan...persahabatan itu adalah suci dan selamanya sucikanlah, maka jangnlah engkau kotori dengan sebuah kedengkian dan kebencian.
Kawan...persahabatan adalah benteng sebuah persatuan, maka janganlah engkau robohkan dengan ke-egois-an dan ke-semang-menangan.
Kawan...persahabatan itu adalah suci dan selamanya sucikanlah, maka jangnlah engkau kotori dengan sebuah kedengkian dan kebencian.
Kawan...persahabatan adalah benteng sebuah persatuan, maka janganlah engkau robohkan dengan ke-egois-an dan ke-semang-menangan.
motivation
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan di bekali sebuah motivasi hidup sejak ia dilahirkan. sebelumkita berbicara panjang lebar tentang motivasi kiranya perlu kita serasikan dalam mengartikan "motivasi" itu?. kata motivasi diambil dari bahasa inggris "motivation" yang dalam bahasa indonesia lebih dekatnya dapat diartikan semangat atau dorongan untuk melakukan sesuatu. Mengutip perkataan Dr. Iskandar dalam karyanya "Nak ke Tak Nak" motivasi itu ibaratnya hanyalah sebiji menthol yang malap cahayanya. ibarat dalam sebuah ruanganang hanya ada sebuah lampu kecil tapi tak begitu terang cahayanya, mungkin mudah bagi kita berjalan dan berlari dalam ruangan tersebut dengan bantuan terang lampu itu. Tapi unyuk mencari jarum yang hilang atau jatuh tentu akan mustahil dan kesulitan. Dengan perlulah kita cahaya tambahan untuk menerangi ruangan tersebut. Ruangan itulah ibarat diri kita. Bisa saja kita merasa cukup dengan sebuah motivator (motivasi) untuk maju. Namun akan terasa berat ketika tidak ada hal lain yang membantunya ketika kita dihadapkan persoalan-persoalan yang sangat rumit. Apakah itu? ia adalah tekanan (pressure). Tekanan inilah yang akan memberikan dorongan danmembangkitkan motivasi kita ketika sedang lembik, memberikan dorongan untuk bergerak dan bertindak meniti masa depan, mengejar mimpi dan membina keyakinan. Untuk lebih jelasnya kita contohkan: ingat apa tujuan kita ke Mesir atau lebih khususnya ke Azhar? untuk belajar bukan?. Apa motivasi kita kesini? ingin pandai, dapat istri cantik dan kaya, masyarakat membutuhkan tokoh dari kaum agamawan atau karena di Azhar setiap mahasiswanya yang najah dijamin memeperoleh minhah?. terkadang motivasi semacam ini akan mengalami lembik ketika mengahadpi sebuah hal yang dirasa berat bagi kita. Maka dalam situasi seperti inlah kita perlukan sebuah tekanan (pressure). Mungkin ia berupa sebuah pengandainan" andai saya gagal maka saya tidak jadi pandai, ditolak pacar saya, masyarakat akan kecewa atau kita tidak jadi mendapat minhah. Untuk itu buatlah tekanan pada diri kita sebanyak-banyaknya karena semakin banyak akan semakin membuat kita lebih terdorong untuk bergerak (belajar).
Akan tetapi yang jadi persoalan adalah sering timbulnya rasa malas dalam diri kita, padahal malas tak lain hanyalah musuh utama yang akan menghancurkan setiap motivasi yang tertanam pada diri seseorang, sehingga sebesar apapun motivasi itu tak akan ada harganya ketika hanya rasa malaslah yang dipertahankan, sekuat apapun motivasi itu, ia akan runtuh pula oleh rasa serangan rasa malas tersebut. Semua dari kita tahu bahwa ketekunan, rajin dan giat dalam melakuka perihal apapun sangat diperlukan guna menciptakan hidup seseorang lebih gemilang dan cemerlang. Akan tetapi masalahnya adalah kebanyakan dari kita malah justru merasa payah untuk jadi orang yang tekun, rajin dan giat, kita hanya terbuai dalam mimpi-mimpi ( angan-angan) palsu yang tak akan terwujud sama sekali. Banyak dari kita bermimpi jadi jutawan tapi malas bekerja, banyak dari kita mimpi jadi cendekiawan tapi tak pernah belajar dan lain-lain.
Berikiut ini cara-cara untuk membangkitkan kembali performa motivasi kita yang telah ngklokro akibat dilanda kemalasan:
1. Berfikirlah bahwa dalm setiap usaha akan berhujung sebuah keberhasilan bukan kegagalan.
2. Tawwakal kepada Allah karena pada hakikatnya sebuah keberhasilan adalah anugerah atau nikmat-Nya
3. Berdo'a
4. Perlu adanya reaksi real (upaya-usaha nyata) dalam rangka mewujudkan setiap apa yang dicita-citakan.
wes nganthuk terusne sesuk ae....
Akan tetapi yang jadi persoalan adalah sering timbulnya rasa malas dalam diri kita, padahal malas tak lain hanyalah musuh utama yang akan menghancurkan setiap motivasi yang tertanam pada diri seseorang, sehingga sebesar apapun motivasi itu tak akan ada harganya ketika hanya rasa malaslah yang dipertahankan, sekuat apapun motivasi itu, ia akan runtuh pula oleh rasa serangan rasa malas tersebut. Semua dari kita tahu bahwa ketekunan, rajin dan giat dalam melakuka perihal apapun sangat diperlukan guna menciptakan hidup seseorang lebih gemilang dan cemerlang. Akan tetapi masalahnya adalah kebanyakan dari kita malah justru merasa payah untuk jadi orang yang tekun, rajin dan giat, kita hanya terbuai dalam mimpi-mimpi ( angan-angan) palsu yang tak akan terwujud sama sekali. Banyak dari kita bermimpi jadi jutawan tapi malas bekerja, banyak dari kita mimpi jadi cendekiawan tapi tak pernah belajar dan lain-lain.
Berikiut ini cara-cara untuk membangkitkan kembali performa motivasi kita yang telah ngklokro akibat dilanda kemalasan:
1. Berfikirlah bahwa dalm setiap usaha akan berhujung sebuah keberhasilan bukan kegagalan.
2. Tawwakal kepada Allah karena pada hakikatnya sebuah keberhasilan adalah anugerah atau nikmat-Nya
3. Berdo'a
4. Perlu adanya reaksi real (upaya-usaha nyata) dalam rangka mewujudkan setiap apa yang dicita-citakan.
wes nganthuk terusne sesuk ae....
Senin, 15 September 2008
jawaban ade'Q bag 2
Asslkm…
Sebelumnya saya haturkan bnyk terima ksih buat ade’Q yang ngasih pertanyaan lewat bulletin ep es nya niicgh. Saya sangat ketika ada pertanyaan yg mampu saya jawab, akan tetapi lebih senang lagi kalo pertanyaan itu adalah hal baru yg sma sekali belum saya ketahui jawabnya, karena hal ini akan memaksa saya untuk harus belajar lebih dalam lagi…he2
Ok langsung aja mas- erkh nyumbang ide yo ndu’..
Setelah membaca pertanyaan sampeyan li’, mungkin perlu kita ketahui terlebih dahulu hal-hal berikut ini:
1.Bahwasanya madzhab fiqih itu tidaklah hanya terbatas oleh empat madzhab sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya, dalam artian masih banyak madzhab-madzhab fiqih lainya yang ternyata dapat dan oleh sebagian kelompok boleh untuk dijadika rujukan, diantanya ada Al Laits bin sa’ad yang ternyata oleh imam syafi’iy dinobatkan bahwa ia adalah imam mujtahud yang lebih faqih katimbang imam abu hanifah ( madzhab hanafiy). Selain dia juga ada imam Sufyan as Sauriy, dia menjadi salah satu imam madzhab di Iraq. Ada juga sosok sperti imam al Ghozaliy yang oleh yusuf qordlowiy dikatakan bahwa ia adalah salah satu imam dari kelima imam madzhab dalam ilmu fiqih, apalagi imam ghozali ini lebih akrab dijuluki sebagai amirul mu’minin dalam bidang hadits karena kepiawianya dalam bidang tersebut. Ada juga Imam Auza’iy yang sampai saat ini madzhabnya masih terpercaya untuk dipakai khusunya oleh penduduk negeri syam. Dan masih banyak lagi.
Disamping itu sebelum ke-empat madzhab (syafi’iy, maliki, hanafi dan hambaliy) itu ada sejumlah ‘ulama yang tidak kalah hebatnay bahkan mereka adalah bisa terbilang sebagai guru atau syeikhnya para empat madzhab tersebut.
2. bahwasanya keempat madzhab itu sama sekali tidak menyatakan dirinya sebagai imam ma’shum ( yang selamat dari salah dan kurang ) dari setiap ijtihadnya. Akan tetapi sebaliknya mereka lebih menyatakan bahwa dirinya adalah manusia biasa yang kadang benar dan kadang salah. Contoh gampangnya imam syafi’iy punya dua madzhab, pertama yang disebut qoul qadim atau madzhabnya ketika masih di Iraq dan kedua yang disebut qoul jaded yaitu madzhab beliau ketika sudah tiba dimesitr. Beliau juaga pernah mengatakan “pendapatku adalah yang benar tapi ada kemungkinan salah, dan pendapat orang selainku adalah yang salah tapi ada kemungkinan benarnya”. Iamm malik juga pernahmengatakan “ sesungguhnya saya adalah manusia biasa yang kadang benar dan kadang salah, maka bandingakanlah setiapperkataanku dengan al Qur’a dan as Sunnah”. Imam abu hanifah pun juga berkata “ inilah pendapatku, dan inilah yang terbaik darinya, barang siapa datang dengan membawa pendapat yang lebih baik maka aku akan menerimanya”.
3.Tidak adanya dalil yang menunjukkan wajib atau sunnahnya taklid terhadap salah satu madzhab tertentu. Adapun pendapat yang mengatakan wajibnya itu adalah pendapat yang tidak berdasar.
Pertama, didalam alquran hanya menjelaskan diwajibkanya ta’at kepada Allah dan Rasulnya, dengan tidak menjelasakan wajibnya taat kepada salah satu madzhab atau pendapat tertentu. Bahkan sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa mereka (imam madzhab ) adalah imam yang tidak ma’shum. Dengan itu jelas bahwa pendapat yang mengatakan wajibnya mengikuti slah satu madzhab tetentu adalah perkataan yang tidak benar bahkan bisa terbilang dia telah memposisikan iamam madzhab seperti halnya dengan Rasul yang tidak memilik salah dan kurang dalam setiap hal atau permasalahn yang diijtihjadinya.
Kedua, setiap ulama’/ iamam madzhab telah dengan jelas dan shareh menyatakan bahwa mereka melarang taklid dengan alah satu dari mereka.
Ketiga, taklid dan ta’ashub terhadap salah satu madzhab tertentu. Sepeninggal Rasulullah, para sahabat hanya meruju’ kepada al Qur’an dan as Sunnah, atu meruju’ kepada qoul (pendapat) yang memang itu dianggap lebih pantas dan sesuai untuk dijadikan hujjah. Mereka tidak ta’ashub pada pendapat Sahabat Abubakar saja, juga tidak ta’ashub pada pendapat umar atau utsman ataupun ali saja. Akan tetapi kadang mereka menjadikan pendapat abu bakar sebagai rujukan, begitu juga denagn pendapat umar atapu ali radliallahu ‘anhum.
Masih banyak hal yg belum tertulis cuba buka fatawa mu’ashirah yusuf qardlawi jilid 2 hal.111
Sebelumnya saya haturkan bnyk terima ksih buat ade’Q yang ngasih pertanyaan lewat bulletin ep es nya niicgh. Saya sangat ketika ada pertanyaan yg mampu saya jawab, akan tetapi lebih senang lagi kalo pertanyaan itu adalah hal baru yg sma sekali belum saya ketahui jawabnya, karena hal ini akan memaksa saya untuk harus belajar lebih dalam lagi…he2
Ok langsung aja mas- erkh nyumbang ide yo ndu’..
Setelah membaca pertanyaan sampeyan li’, mungkin perlu kita ketahui terlebih dahulu hal-hal berikut ini:
1.Bahwasanya madzhab fiqih itu tidaklah hanya terbatas oleh empat madzhab sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya, dalam artian masih banyak madzhab-madzhab fiqih lainya yang ternyata dapat dan oleh sebagian kelompok boleh untuk dijadika rujukan, diantanya ada Al Laits bin sa’ad yang ternyata oleh imam syafi’iy dinobatkan bahwa ia adalah imam mujtahud yang lebih faqih katimbang imam abu hanifah ( madzhab hanafiy). Selain dia juga ada imam Sufyan as Sauriy, dia menjadi salah satu imam madzhab di Iraq. Ada juga sosok sperti imam al Ghozaliy yang oleh yusuf qordlowiy dikatakan bahwa ia adalah salah satu imam dari kelima imam madzhab dalam ilmu fiqih, apalagi imam ghozali ini lebih akrab dijuluki sebagai amirul mu’minin dalam bidang hadits karena kepiawianya dalam bidang tersebut. Ada juga Imam Auza’iy yang sampai saat ini madzhabnya masih terpercaya untuk dipakai khusunya oleh penduduk negeri syam. Dan masih banyak lagi.
Disamping itu sebelum ke-empat madzhab (syafi’iy, maliki, hanafi dan hambaliy) itu ada sejumlah ‘ulama yang tidak kalah hebatnay bahkan mereka adalah bisa terbilang sebagai guru atau syeikhnya para empat madzhab tersebut.
2. bahwasanya keempat madzhab itu sama sekali tidak menyatakan dirinya sebagai imam ma’shum ( yang selamat dari salah dan kurang ) dari setiap ijtihadnya. Akan tetapi sebaliknya mereka lebih menyatakan bahwa dirinya adalah manusia biasa yang kadang benar dan kadang salah. Contoh gampangnya imam syafi’iy punya dua madzhab, pertama yang disebut qoul qadim atau madzhabnya ketika masih di Iraq dan kedua yang disebut qoul jaded yaitu madzhab beliau ketika sudah tiba dimesitr. Beliau juaga pernah mengatakan “pendapatku adalah yang benar tapi ada kemungkinan salah, dan pendapat orang selainku adalah yang salah tapi ada kemungkinan benarnya”. Iamm malik juga pernahmengatakan “ sesungguhnya saya adalah manusia biasa yang kadang benar dan kadang salah, maka bandingakanlah setiapperkataanku dengan al Qur’a dan as Sunnah”. Imam abu hanifah pun juga berkata “ inilah pendapatku, dan inilah yang terbaik darinya, barang siapa datang dengan membawa pendapat yang lebih baik maka aku akan menerimanya”.
3.Tidak adanya dalil yang menunjukkan wajib atau sunnahnya taklid terhadap salah satu madzhab tertentu. Adapun pendapat yang mengatakan wajibnya itu adalah pendapat yang tidak berdasar.
Pertama, didalam alquran hanya menjelaskan diwajibkanya ta’at kepada Allah dan Rasulnya, dengan tidak menjelasakan wajibnya taat kepada salah satu madzhab atau pendapat tertentu. Bahkan sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa mereka (imam madzhab ) adalah imam yang tidak ma’shum. Dengan itu jelas bahwa pendapat yang mengatakan wajibnya mengikuti slah satu madzhab tetentu adalah perkataan yang tidak benar bahkan bisa terbilang dia telah memposisikan iamam madzhab seperti halnya dengan Rasul yang tidak memilik salah dan kurang dalam setiap hal atau permasalahn yang diijtihjadinya.
Kedua, setiap ulama’/ iamam madzhab telah dengan jelas dan shareh menyatakan bahwa mereka melarang taklid dengan alah satu dari mereka.
Ketiga, taklid dan ta’ashub terhadap salah satu madzhab tertentu. Sepeninggal Rasulullah, para sahabat hanya meruju’ kepada al Qur’an dan as Sunnah, atu meruju’ kepada qoul (pendapat) yang memang itu dianggap lebih pantas dan sesuai untuk dijadikan hujjah. Mereka tidak ta’ashub pada pendapat Sahabat Abubakar saja, juga tidak ta’ashub pada pendapat umar atau utsman ataupun ali saja. Akan tetapi kadang mereka menjadikan pendapat abu bakar sebagai rujukan, begitu juga denagn pendapat umar atapu ali radliallahu ‘anhum.
Masih banyak hal yg belum tertulis cuba buka fatawa mu’ashirah yusuf qardlawi jilid 2 hal.111
Minggu, 14 September 2008
jawaban dari de' lia tentang berbeda madzhab
قال تعالى ولو شاء الله لجعلكم امة واحدة ولا بزالون مختلفين
begitulah firman Allah...
setiap manusia punya akal, pikiran, rasa, kecenderungan, perasaan dan pemahaman yang berbeda dengan manusia yg lain, dan berangkat dari ini maka wajarlah ketika perbedaan itu muncul. Allah berfirman;" dan mereka tidaklah berpecah belah kecuali setelah datang pada mereka sebuah ilmu pengetahuan".
berbeda (pendapat) adalah sebuah kewajaran yg harus ditrma oleh smua pihak.
dalam terma islam, sebenarnya ada tga pokok pembahsan. petma aqidah, kedua akhlaq dan ketiga ibadah.
dan inti dalam beragama adl tidak menyembah siapapun kecuali kepada allah dan tidak beribadah kecuali sesuai g disyari'atkan allah.
yang halal telah dijelaskan dalam qur'an, begtu juga yang haram, dan yng didiamkan adl syubhat.
yang disbutkan dalam kedua sumber itu scra shareh adalh qath'iy yg tidak bisa diganggu gugat spt wajibnya sholat. yg tidak scr sharih dsbut dhanniy, dan tugas pra mujtahidlah yang menjelaskan hukumnya,
hasil ijtihad antar ulama' scr otomatis akan berbeda2,sebab pola pikir, pemahaman tentang teks, akal pikrian dan kondisi tempat mrk brdiam berbeda2.
dan yg perlu di ingat adlh perbedaan dalam maslah furu' sebnrya bukanlah menyebabkan pada kekufuran.sementara yg menjadikan kufur adalah berselisih dengan aqidah yg benar yg telah dijelaskan oleh qur'an dan sunnnah.
madzhab adalh imam ato jalan dalam hal-hal furu' bukan usul. jd perbedaan ini sama skali tidak menyalahi iman.
dan khilaf itu sah-sah sahaja selama khilaf itu adl masyru' ( ada dalil yg dijadikan sandaran).
begitulah firman Allah...
setiap manusia punya akal, pikiran, rasa, kecenderungan, perasaan dan pemahaman yang berbeda dengan manusia yg lain, dan berangkat dari ini maka wajarlah ketika perbedaan itu muncul. Allah berfirman;" dan mereka tidaklah berpecah belah kecuali setelah datang pada mereka sebuah ilmu pengetahuan".
berbeda (pendapat) adalah sebuah kewajaran yg harus ditrma oleh smua pihak.
dalam terma islam, sebenarnya ada tga pokok pembahsan. petma aqidah, kedua akhlaq dan ketiga ibadah.
dan inti dalam beragama adl tidak menyembah siapapun kecuali kepada allah dan tidak beribadah kecuali sesuai g disyari'atkan allah.
yang halal telah dijelaskan dalam qur'an, begtu juga yang haram, dan yng didiamkan adl syubhat.
yang disbutkan dalam kedua sumber itu scra shareh adalh qath'iy yg tidak bisa diganggu gugat spt wajibnya sholat. yg tidak scr sharih dsbut dhanniy, dan tugas pra mujtahidlah yang menjelaskan hukumnya,
hasil ijtihad antar ulama' scr otomatis akan berbeda2,sebab pola pikir, pemahaman tentang teks, akal pikrian dan kondisi tempat mrk brdiam berbeda2.
dan yg perlu di ingat adlh perbedaan dalam maslah furu' sebnrya bukanlah menyebabkan pada kekufuran.sementara yg menjadikan kufur adalah berselisih dengan aqidah yg benar yg telah dijelaskan oleh qur'an dan sunnnah.
madzhab adalh imam ato jalan dalam hal-hal furu' bukan usul. jd perbedaan ini sama skali tidak menyalahi iman.
dan khilaf itu sah-sah sahaja selama khilaf itu adl masyru' ( ada dalil yg dijadikan sandaran).
Senin, 08 September 2008
al muhafidzuna 'ala as sholat
Ibadh sholat merupakan salah satu tata cara seorang hamba bermunajat kepada sang rabbnya yang paling sempurna. Untuk itu mari kita perhatikan bagaimana kita menjalankan solat-sholat kita, bak sholat fardlu maupu sholat sunnah lainya.
Sebagai muqaddimah mari kita perhatikan firman Allah berikut:
surat al- mu’minun: 1-2
“sungguh telah beruntunglah orang-orang yang beriman (1) yaitu orang-orang yang khusu’ didalam sholatnya”.
Surat almu’minun: 9
“dan orang-orang yang senantiasa menjaga(mengerjakan) shlatnya”.
juag surat an-nisa’: 142
“dan apabila mereka berdiri unuk mengerjakan sholat, maka mereka mengerjakanya dengan bermalas-malasan”.
Dari ayat-diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa secara garis besar orang yang mengerjakan sholat itu terbagi menjadi 3 kelompok:
Pertama: kelompok orang-orang munafik
Yaitu kelompok orang yang mengerjakan sholat dengan bermalas-malasan atau yang mengerjakan sholat bukan karena Allah akan tetapi karena pujian dari orang lain (Riya’) sebagaimana yang dijelaskan oleh surat an-nisa’:142. Riya’ dalam hal ibadah sholat setidaknya ada tiga pengertian yaitu:
1. orang mengerjakan sholat bukan karena Allah, tetapi agar orang lain menganggaa bahwa dia adalah ahli sholat.
2. orag yang mendirikan sholat karena mengharapkan pujian dari orang lain.
3. orang yang sholat dengan memperpanjang bacaan sholat dan pura-pura khusu ketika dihadapan khalayak umum, sedagkan ketika melakukan sendirian di tempat sepi dia tidak melakukan shlat yang semacam ini.
Kelompok kedua adalah kelompok orang yang melakukan sholat akan tetapi belum masuk kategori kelompok ketiga yang akan kita bahas nanti.
Kelompok ini adalah mereka yang mengerjakan sholat hanya dalam rangaka menggugurkan kewajiban sahaja, tanpa mengayati rahasia-rahasia dibalik sholat itu sendiri. Ini adalah sholatnya orang ‘awam (kebanyakan orang).
Kelompok ketiga : adalah kelompok yang telah disebutkan dalam surat al-mu’minun:1-2 dan 9, dimana kelompok ini memiliki beberapa cirri-ciri berikut:
1.Al muhafadzah ‘ala at thoharoh ( bersuci ketika hendak menunaikan sholat).
Thaharah (bersuci) merupakan salah atu syarat sahya sholat, dalam artian ketika seseorang solat tanpa bersuci terlebi dahulu maka solatnya tidak sah (baik bersuci dari hadats maupu dari najis). Dan yang perlu diperhatikan adlah yang dimaksud bersuci disini adalah menjaga kesucian pakaian, tempat sholat dan kesucian anggota badan dari hadats atau najis
Kemudian mungkin kita akan bertanya-tanya lantas apa bedanya kelompok ketiga ini dengan kelompok kedua…? Titik perbedaanya adalah kelompok kedua ketika bersuci hanya menjalankan rukun-rukunya da meninggalan sunnah-sunnah dari taharah itu sendiri, sedangkan kelompok ketiga senantiasa menjalankan sunnah-sunnah dalam taharah bahkan dia selalu bersuci (berwudlu) setiap kali hendak melakukan sholat. Dan hal ini diperbolehkan bahkan disunnahkan menurut sebgian besar fuqaha’. Dan inilah dalam kajian fiqih disebut I’adatul wudlu’ atau tajdid at taharah.
2.al muhafadzah ‘ala sunani as sholat wa adabiha ( menjaga sunnah-sunnah sholat dan adab-adabnya).
Sunnah-sunnah sholat terbagi atas dua macam yaitu:
Pertama, sunnah ab’adh seperti do’a iftitah, tahiyyat/ tasyahud pertama,sholawat atas baginda Nabi Muammad disaat tahiyyat pertama dsb)
Kedua, sunnah hai-at seperti mengangkat kedua tangan ketika takbir, membaca ta’awudz sebelum membaca surat al fatihah dsb
Adapun adab-adab solat contohnya;
1. sholat dengan pakaian yang bagus dan indah, dan dsunahkan dengan berpakain putih besih
2. melakukan shlat dengan penuh khusu’ dan konsentrasi
3. menjalankan sholat dengan disertakan sunnah-sunnahnya
4. merapatkan shof (barisan ) sholat ketika sholat berjamaah
5. memusatkan pandangan ke arah sujud, dsb
( dengan sengaja kami tidak membahas lebih dlam soal bab ini dalam kesempatan ini. Mungkin akan kita bahas di kesempatan lain).
3. al muhafadzah ‘ala ruhis sholat (menjaga ruhnya sholat)
Yang dimaksud degan ruhnya shalat disini adalah seperti khusu’, ikhlas, mentadabburi bacaan-bacaan sholat dll. Karena shoaltnya seseorang tak akan berfaidah ketika ia menjlankanya dengan tidak disertai ruh-ruh sholatnya. Ibarat jasad manuisia yang tanpa nyawa. Bahkan sebagian ulama’ mengatakan sholatnya tidak akan diterima disisi Allah.
Jadi jangan sampai seseorang itu sholat dengan lidahnya bertakbir kan tetapia merasa bahwa masih ada kekuatan yang lebih agung daripada Allah, ketika membaca hamdalah rasakan betapa besarnya karunia, rahmat, hidayah dan nikmat Allah yang senantiasa terlimpah kepada hamba-hambanya, ketika bersujud yakinkan diri kita bahwa hanya Allah yang berak untuk kita jadikan sesembahan begitu seterusnya.
Masih banyak lagi hikmah-hikmah yang tersimpa dalam sholat akan tetapi semua itu tidaklah mungkin kita bahas dalam waktu dan keempatan sesingkat ini. Karena ini hanya sebuah pengantar dan coret2an aja koq…mari kita diskusikan bersama.
Erkham.caero 19 agustus 2008
Sebagai muqaddimah mari kita perhatikan firman Allah berikut:
surat al- mu’minun: 1-2
“sungguh telah beruntunglah orang-orang yang beriman (1) yaitu orang-orang yang khusu’ didalam sholatnya”.
Surat almu’minun: 9
“dan orang-orang yang senantiasa menjaga(mengerjakan) shlatnya”.
juag surat an-nisa’: 142
“dan apabila mereka berdiri unuk mengerjakan sholat, maka mereka mengerjakanya dengan bermalas-malasan”.
Dari ayat-diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa secara garis besar orang yang mengerjakan sholat itu terbagi menjadi 3 kelompok:
Pertama: kelompok orang-orang munafik
Yaitu kelompok orang yang mengerjakan sholat dengan bermalas-malasan atau yang mengerjakan sholat bukan karena Allah akan tetapi karena pujian dari orang lain (Riya’) sebagaimana yang dijelaskan oleh surat an-nisa’:142. Riya’ dalam hal ibadah sholat setidaknya ada tiga pengertian yaitu:
1. orang mengerjakan sholat bukan karena Allah, tetapi agar orang lain menganggaa bahwa dia adalah ahli sholat.
2. orag yang mendirikan sholat karena mengharapkan pujian dari orang lain.
3. orang yang sholat dengan memperpanjang bacaan sholat dan pura-pura khusu ketika dihadapan khalayak umum, sedagkan ketika melakukan sendirian di tempat sepi dia tidak melakukan shlat yang semacam ini.
Kelompok kedua adalah kelompok orang yang melakukan sholat akan tetapi belum masuk kategori kelompok ketiga yang akan kita bahas nanti.
Kelompok ini adalah mereka yang mengerjakan sholat hanya dalam rangaka menggugurkan kewajiban sahaja, tanpa mengayati rahasia-rahasia dibalik sholat itu sendiri. Ini adalah sholatnya orang ‘awam (kebanyakan orang).
Kelompok ketiga : adalah kelompok yang telah disebutkan dalam surat al-mu’minun:1-2 dan 9, dimana kelompok ini memiliki beberapa cirri-ciri berikut:
1.Al muhafadzah ‘ala at thoharoh ( bersuci ketika hendak menunaikan sholat).
Thaharah (bersuci) merupakan salah atu syarat sahya sholat, dalam artian ketika seseorang solat tanpa bersuci terlebi dahulu maka solatnya tidak sah (baik bersuci dari hadats maupu dari najis). Dan yang perlu diperhatikan adlah yang dimaksud bersuci disini adalah menjaga kesucian pakaian, tempat sholat dan kesucian anggota badan dari hadats atau najis
Kemudian mungkin kita akan bertanya-tanya lantas apa bedanya kelompok ketiga ini dengan kelompok kedua…? Titik perbedaanya adalah kelompok kedua ketika bersuci hanya menjalankan rukun-rukunya da meninggalan sunnah-sunnah dari taharah itu sendiri, sedangkan kelompok ketiga senantiasa menjalankan sunnah-sunnah dalam taharah bahkan dia selalu bersuci (berwudlu) setiap kali hendak melakukan sholat. Dan hal ini diperbolehkan bahkan disunnahkan menurut sebgian besar fuqaha’. Dan inilah dalam kajian fiqih disebut I’adatul wudlu’ atau tajdid at taharah.
2.al muhafadzah ‘ala sunani as sholat wa adabiha ( menjaga sunnah-sunnah sholat dan adab-adabnya).
Sunnah-sunnah sholat terbagi atas dua macam yaitu:
Pertama, sunnah ab’adh seperti do’a iftitah, tahiyyat/ tasyahud pertama,sholawat atas baginda Nabi Muammad disaat tahiyyat pertama dsb)
Kedua, sunnah hai-at seperti mengangkat kedua tangan ketika takbir, membaca ta’awudz sebelum membaca surat al fatihah dsb
Adapun adab-adab solat contohnya;
1. sholat dengan pakaian yang bagus dan indah, dan dsunahkan dengan berpakain putih besih
2. melakukan shlat dengan penuh khusu’ dan konsentrasi
3. menjalankan sholat dengan disertakan sunnah-sunnahnya
4. merapatkan shof (barisan ) sholat ketika sholat berjamaah
5. memusatkan pandangan ke arah sujud, dsb
( dengan sengaja kami tidak membahas lebih dlam soal bab ini dalam kesempatan ini. Mungkin akan kita bahas di kesempatan lain).
3. al muhafadzah ‘ala ruhis sholat (menjaga ruhnya sholat)
Yang dimaksud degan ruhnya shalat disini adalah seperti khusu’, ikhlas, mentadabburi bacaan-bacaan sholat dll. Karena shoaltnya seseorang tak akan berfaidah ketika ia menjlankanya dengan tidak disertai ruh-ruh sholatnya. Ibarat jasad manuisia yang tanpa nyawa. Bahkan sebagian ulama’ mengatakan sholatnya tidak akan diterima disisi Allah.
Jadi jangan sampai seseorang itu sholat dengan lidahnya bertakbir kan tetapia merasa bahwa masih ada kekuatan yang lebih agung daripada Allah, ketika membaca hamdalah rasakan betapa besarnya karunia, rahmat, hidayah dan nikmat Allah yang senantiasa terlimpah kepada hamba-hambanya, ketika bersujud yakinkan diri kita bahwa hanya Allah yang berak untuk kita jadikan sesembahan begitu seterusnya.
Masih banyak lagi hikmah-hikmah yang tersimpa dalam sholat akan tetapi semua itu tidaklah mungkin kita bahas dalam waktu dan keempatan sesingkat ini. Karena ini hanya sebuah pengantar dan coret2an aja koq…mari kita diskusikan bersama.
Erkham.caero 19 agustus 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
(01).jpg)